Penyidik KPK langsung bergerak untuk mengembangkan kasus suap berkaitan dengan proyek PLTU Riau-1. Tim menggeledah rumah pribadi Dirut PL" />
www.beritaintermezo.com
15:34 WIB - Jelang Akhir Tahun Program EVP Beri Manfaat Untuk Warga | 15:30 WIB - Mulai Januari 2019, Calon Mahasiswa Baru UIR Asal Kepri Dapat Ikuti CBT di Batam dan Tanjungpinang | 13:42 WIB - Dilepas Rektor, UIR Umrohkan 10 Dosen & Pegawai | 08:32 WIB - Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Peduli HAM | 08:26 WIB - Peringati HAKI, Kejari Karimun Sebut Berhasil Cegah Kebocoran Rp231 Miliar | 08:20 WIB - Peduli HAM, Kemenkumham Beri Penghargaan Kepada Walikota PEkanbaru
Terkait Kasus Suap Proyek PLTU di Riau, KPK Geledah Rumah Dirut PLN
Senin, 16-07-2018 - 12:24:58 WIB

TERKAIT:
 
  • Terkait Kasus Suap Proyek PLTU di Riau, KPK Geledah Rumah Dirut PLN
  •  

    Jakarta (Beritaintermezo.com)-Penyidik KPK langsung bergerak untuk mengembangkan kasus suap berkaitan dengan proyek PLTU Riau-1. Tim menggeledah rumah pribadi Dirut PLN Sofyan Basir.

    "Iya. Rumah pribadi," ujar Jubir KPK Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi mengenai penggeledahan di rumah Sofyan Basir, Minggu (15/7/2018).

    Febri belum bisa berbicara lebih jauh mengenai detail penggeledahan dan apa kaitan Sofyan dalam perkara ini.

    "Hari ini penggeledahan dilakukan sebagai tindak lanjut dari penyidikan kasus dugaan suap terkait pembangunan PLTU Riau-1," ujar Febri.

    Sebelumnya, KPK menyita Rp 500 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) anggota DPR Eni Maulani Saragih, yang kini telah berstatus tersangka. KPK menyebut Eni menerima Rp 4,5 miliar terkait proyek tersebut.

    "Diduga penerimaan kali ini (Rp 500 juta) merupakan penerimaan ke-4 dari pengusaha JBK kepada EMS dengan nilai total setidak-tidaknya Rp 4,8 miliar," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (14/7/2018).

    JBK atau Johannes Budisutrisno Kotjo merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Pemberian pertama JBK kepada Eni dilakukan Desember 2017 dengan nilai Rp 2 miliar.

    "Kedua, Maret 2018 senilai Rp 2 miliar, dan ketiga 8 Juni 2018 senilai Rp 300 juta," tutur Basaria.

    Basaria menjelaskan uang-uang tersebut diberikan kepada Eni melalui staf dan keluarga. EMS disebutkan memiliki peran memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1.

    "Diduga uang diberikan oleh JBK ke EMS melalui staf dan keluarga. Diduga peran memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau-1," jelas Basaria.

    Sebelumnya, 13 orang diamankan dalam OTT Eni Saragih di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham pada Jumat (13/7) kemarin. KPK mengamankan duit Rp 500 juta dalam OTT tersebut.

    Eni dan Johannes kini telah berstatus tersangka. Eni sendiri disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

    Sumber : GoRiau.com



     
    Berita Lainnya :
  • Terkait Kasus Suap Proyek PLTU di Riau, KPK Geledah Rumah Dirut PLN
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    3 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    4 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    5 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica