Satu harian Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan rumah pengusaha Dedi Handoko di Jalan Tanjung Datuk Nomor" />
www.beritaintermezo.com
12:51 WIB - Dihadapan Ketua DPD, Gubernur Rohidin Paparkan Manfaat Konektivitas Untuk Kemajuan Bengkulu | 08:29 WIB - Tinggal Dikandang Sapi Bersama Lima Anaknya, Janda di Rohil Akan Dibangunkan RLH | 08:07 WIB - Wujudkan Masyarakat Sehat dan Cerdas, Bupati tinjau GMMS Di Kecamatan Sumber Harta | 08:02 WIB - KPK Warning, Balon Pilkada Bengkalis Terperiksa Lebih Baik Tidak Maju | 07:53 WIB - Camat Bonai Darussalam Buka Musrembang Tingkat Kecamatan | 07:50 WIB - Nyambi Jual Narkotika, ASN di Lubuk Lingga Diamankan Aparat
Geledah Rumah Pengusaha Dedi Handoko, KPK Sita Dokumen Proyek Bengkalis, Rohul dan Pemprov Riau.
Jumat, 29-11-2019 - 11:40:08 WIB
Ruko di Jl Tanjung Datuk saat dijaga aparat kepolisian
TERKAIT:
 
  • Geledah Rumah Pengusaha Dedi Handoko, KPK Sita Dokumen Proyek Bengkalis, Rohul dan Pemprov Riau.
  •  

    Pekanbaru (Beritaintermezo.com)-Satu harian Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan rumah pengusaha Dedi Handoko di Jalan Tanjung Datuk Nomor 85 B Pekanbaru. Pengeledahan yang dilakukan sejak Pukul 10.00 wib hingga pukul 21.20 wib Kamis (28/11/2019) kemarin menyita 15 berkas dokumen terkait proyek di Bengkalis, Rokan Hulu dan Pemerintah Provinsi Riau.

    Selama penggeledahan, lokasi sekitar dijaga ketat aparat kepolisian. Bahkan wartawan yang akan mengambil foto dilarang masuk.

    Informasi media ini, penyidik KPK melakukan penggeledahan sekitar pukul 10.00 WIB, hingga keluar pukul 21.20 WIB malam. Ada lima unit mobil yang keluar dari pagar belakang ruko tersebut.

    Pengacara Dedi Handoko, Sam Daeng Rani, ketika diwawancarai wartawan dilokasi penggeledahan mengatakan, sebanyak 15 dokumen yang terkait dengan proyek di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hulu, dan termasuk dokumen proyek pada Provinsi Riau.

    "Ada penyitaan beberapa berkas. Tadi KPK membawa sebanyak 15 item dokumen lah, terkait tiga proyek di Bengkalis, Rohul dan proyek program anggaran Provinsi Riau 2019. Jadi semuanya berkas," ujar Syam Daeng Rani, Kamis (28/11/2019) malam.

    Syam Daeng mengatakan Selain menyita berkas dokumen, KPK juga melakukan penyegelan ruangan Dedi Handoko. Sampai saat ini Syam Daeng menyebut tidak mengetahui keberadaan pengusaha Dedi Handoko sebagai kliennya.

    "Saya tidak tahu posisi beliau sekarang. Makanya tadi ruangannya disegel sama KPK," katanya.

    Sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, membenarkan adanya tim dari KPK yang melakukan penggeledahan di Pekanbaru berkaitan dengan proyek pengadaan jalan di Bengkalis.

    "Benar, ada tim KPK yang sedang melakukan penggeledahan sebuah rumah di Pekanbaru. Penggeledahan itu terkait pengadaan jalan di Bengkalis," ujar Febrianysah seperti dikuti dari GoRiau.com.

    Kasus Proyek Bengkalis.

    Seperti telah diberitakan media sebelumnya, penyidik KPK telah menahan Direktur PT Mitra Bungo Abadi (MBA), Makmur alias Aan selaku tersangka kasus korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, proyek Tahun Anggaran 2013-2015.

    "KPK telah melakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap tersangka Makmur, terhitung 31 Oktober 219 hingga 19 November 2019," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (1/11/2019) beberapa waktu lalu.

    Makmur ditahan di Rumah Tahanan Klas I Jakarta Timur Cabang Rutan KPK.

    Dalam perkara ini, Makmur diduga bersama-sama dengan M Nasir, Hobby Siregar dan kawan-kawan melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih di Kabupaten Bengkalis, Riau.

    Kerugian negara dalam proyek tersebut ditaksir sebesar Rp105,88 miliar, di mana Makmur diduga diperkaya Rp60,5 miliar.

    Selain itu, KPK juga menetapkan Bupati Bengkalis Amril Mukminin (AMU) sebagai tersangka kasus suap atau gratifikasi terkait proyek multiyears pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis.

    Jalan Duri-Sei Pakning Kabupaten Bengkalis, Riau

    KPK juga telah memproses dua terdakwa ke persidangan yaitu Sekretaris Daerah Kota Dumai nonaktif dan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis 2013-2015 M Nasir dan Direktur Utama PT Mawatindo Road Construction Hobby Siregar. Kuduanya menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru.***(dbs/dic/int)



     
    Berita Lainnya :
  • Geledah Rumah Pengusaha Dedi Handoko, KPK Sita Dokumen Proyek Bengkalis, Rohul dan Pemprov Riau.
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    6 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    7 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    8 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica