Sebuah kapal milik nelayan asal Sumatera Utara dibakar nelayan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Aksi ini dilakukan lantaran nela" />
www.beritaintermezo.com
10:24 WIB - Semburan Air Panas Dari Kolong Rumah Hebohkan Warga Meranti | 10:19 WIB - Klinik Sundari Tidak Pernah Merawat PASIEN Covid 19 Ini Penjelasannya | 10:13 WIB - Tetap Semangat Jalani Hidup dan Yakinlah Dengan Doa Badai Pasti Berlalu | 10:10 WIB - SE Walikota, Sekolah Swasta agar Meringankan Iuran Komite 50 Persen | 10:07 WIB - Kemendagri RI Luncurkan Lomba Inovasi Daerah New Normal | 10:03 WIB - Pengurus Daerah IWO Meranti Adakan Silaturahmi Usai Lebaran
Nelayan Rohil Bakar Kapal Pukat Harimau Nelayan Sumut
Kamis, 23-04-2020 - 07:10:27 WIB

TERKAIT:
 
  • Nelayan Rohil Bakar Kapal Pukat Harimau Nelayan Sumut
  •  

    Pekanbaru (Beritiantermezo.com)-Sebuah kapal milik nelayan asal Sumatera Utara dibakar nelayan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Aksi ini dilakukan lantaran nelayan tersebut melakukan tindakan ilegal yakni menangkap ikan menggunakan pukat harimau (trawl).

    Kepala Dinas Kominfo Pemprov Riau, Chairul Riski menyebutkan, pembakaran kapal oleh warga Rohil tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. "Benar tapi tidak ada korban jiwa dalam perkara itu," ujar Riski, Rabu (22/4).

    Menurut Riski, awalnya kapal itu melaju dari Sungai Berombang, Sumatera Utara dan menjaring ikan secara ilegal di wilayah perairan Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

    Setelah sempat berulang kali nelayan setempat memperingatkan nelayan asal Sumut itu dan tidak diindahkan, terjadilah pembakaran di tengah laut. Para ABK dipaksa pindah kapal, lalu kapal mereka dibakar.

    "Seluruh anak buah kapal (ABK) dalam kondisi selamat dan telah dipulangkan ke tempat asalnya," jelasnya.

    Di wilayah itu memang sering terjadi konflik antarsesama nelayan. Lantaran salah satu pihak menggunakan pukat harimau dalam mencari ikan. Penggunaan pukat harimau dinilai dapat merusak tatanan perairan dan merugikan.

    "Nelayan kita sangat mengecam penggunaan pukat harimau karena akan merusak ekosistem laut. Tidak hanya ikan besar, ikan-ikan kecil juga terjaring, bahkan terumbu karang juga akan rusak," jelasnya

    Meski begitu, nelayan Panipahan itu terbuka dengan nelayan lain dari luar daerah. Kecuali yang menggunakan pukat harimau dalam mencari ikan. ***(int1)



    Sumber : Merdeka.com




     
    Berita Lainnya :
  • Nelayan Rohil Bakar Kapal Pukat Harimau Nelayan Sumut
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    4 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    5 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    6 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    7 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    8 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica