Merumahkan karyawan lokal diganti tenaga kerja asing katanya merupakan karakter investor sebagai kecemasan yang sudah lama berjalan di ta" />
www.beritaintermezo.com
06:30 WIB - Masjid Raya Al-Ikhsan Santuni 333 Anak Yatim | 06:28 WIB - Dicoret dari Daftar CS DPD, OSO Meradang dan Kerahkan Perlawanan | 12:51 WIB - Capai 99%, Kolektabilitas Iuran JKN-KIS Terus Didongkrak | 08:42 WIB - Bupati Harapkan Seluruh Kelurahan Kampanyekan Pencegahan KDTR | 08:37 WIB - Hadiri HUT Desa Sei Kandis Ke-11 , Bupati Sukiman Apresiasi BUMDesa dan Ajak Warga Taat Bayar Pajak | 08:33 WIB - Peringati 10 Muharram, Pemkab Rohil Santuni Anak Yatim
Ajukan 1500, Gelombang TKA di RAPP Sudah Mencemaskan
Selasa, 13-03-2018 - 08:22:28 WIB

TERKAIT:
 
  • Ajukan 1500, Gelombang TKA di RAPP Sudah Mencemaskan
  •  

    JAKARTA (Beritaintermezo.com)-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan gelombang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang dipekerjakan oleh PT RAPP sudah mencemaskan. Hal ini tentu menimbulkan kegelisahan terhadap karyawan pabrik kertas terbesar di asia ini yang teracam disingkirkan dengan membuka masuknya gelombang tanaga kerja asing.
     
    Merumahkan karyawan lokal diganti tenaga kerja asing katanya merupakan karakter investor sebagai kecemasan yang sudah lama berjalan di tanah air.

    Fahri Hamzah mengatakan sekalipun UU Tenaga Kerja mentolerir masuknya tenaga asing dengan alasan keahlian yang dibutuhkan, tetapi Fahri yakin dengan kemajuan yang dicapai era sekarang ini jika tenaga lokal diberi kesempatan meng-upgrade kemampuannya maka alih teknologi bisa secara simultan tercapai. Bahwa alasan kepentingan investasi dikalahkan visi meningkatkan peluang kerja kepada tenaga dalam negeri sebagai ironi.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya PT RAPP akan mendatangkan 1500 tenaga kerja asing di Riau. TKA tersebut akan dipekerjakan membangun pabrik tissu yang sedang berjalan saat ini.

    Pembangunan pabrik tissu tersebut menurut salah satu karyawan RAPP yang meminta identitasnya disembunyikan sudah berjalan sejak tahun 2017. Bahkan perumahan untuk karyawan pabrik tersebut juga sudah di membangun ratusan unit. Salah seorang pekerja perumahan berinisial BB (36) yang mengerjakan rangka atap bangunan perumahan mengatakan beberapa waktu lalu bahwa mereka sedang melakukan pembangunan ratusan rumah yang diperuntukkan untuk karyawan RAPP.

    Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah

    "Katanya rumah tersebut untuk perumahan karyawan pabrik tissu yang sedang dibangun," ujarnya.

    Salah seorang Karyawa PT RAPP yang bekerja di bagian Masinis yang tak ingin identitasnya ditulis mengatakan pihak perusahaan menawarkan pensiun muda kepada karyawan terutama yang mendapat fasilitas rumah di komplek PT RAPP. Tujuannya agar Tenaga Kerja Asing yang sudah banyak bekerja di Perusahaan dapat memakai fasilitas tersebut. Para karyawan RAPP juga menurutnya khawatir dengan kehadiran ratusan TKA.

    Komisi E DPRD Riau Panggil Disnaker dan PT.RAPP

    Ketua Komisi E DPRD Riau, Aherson mengaku kecewa terhadap PT.RAPP yang akan mempekerjakan 1.500 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk pembangunan pabrik. Untuk itu, Komisi E akan memanggil Disnaker Riau dan PT.RAPP.

    “Kita kecewa, sampai sebanyak itu tidak wajarlah. Kita aja disini (masyarakat Riau) masih banyak yang menganggur,” tegas Aherson, Senin (26/2/18) beberapa waktu lalu.

    Dalam waktu dekat, kata Aherson pihaknya akan memanggil Disnaker Riau untuk memberikan penjelasan, terkait laporan PT.RAPP yang merekrut tenaga asing.

    “Jika terdapat TKA yang tidak dilaporkan, maka Disnaker Riau harus menindak itu,” ujarnya.

    Dalam pembangunan pabrik, lanjutnya, PT.RAPP wajib melibatkan tenaga lokal.

    “Jika semua di drop dari Tiongkok sana, bisa-bisa nanti sampai tukang sapu nanti juga akan diisi oleh mereka. Ini sangat tidak logis,” ujarnya.

    Rencana pembukaan pabrik tekstil bukannya membawa kabar gembira kepada karyawan  akan tetapi menimbulkan kecemasan karena muncul desas desus bahwa rencana perluasan produksi itu akan mendatangkan 1500 tenaga kerja asing dimana sinyalemen ini diakui pula oleh pihak Depnaker setempat dan politisi di DPRD Provinsi Riau.

    Penambahan investasi itu akan meningkatkan pula eksplorasi hutan di negeri Lancang Kuning ini.

    Fahri Hamzah mengatakan bahwa pemerintah harus bertanggung jawab jika keresahan karyawan lokal ini tidak bisa diatasi. Apapun alasannya kehadiran investasi tidak boleh justru menyengsarakan karyawan yang sedang bekerja dan rakyat pada umumnya.

    Sementara itu pihak perusahaan yang dikonfirmasi terkait berita ini membenarkan adanya permohonan TKA kepada Kementerian Tenaga Kerja sebanyak 1500 orang. Namun pengajuan tersebut hanya diberikan sebanyak 660 orang dan sudah didatangkan untuk membangun pabrik sebanyak 210 orang.

    Pembangunan Pabrik yang memakai TKA

    Corporate Communications Manager RAPP Djarot Handoko mengatakan Saat ini perusahaan sedang melaksanakan Proyek pembangunan pabrik serat rayon berbadan hukum dengan nama PT Asia Pacific Rayon (PT APR). Pabrik ini akan mengembangkan teknologi baru yaitu produk serat rayon, bukan pabrik Tissu seperti yang disebutkan dalam pemberitaan beberapa media.

    Pembangunan pabrik serat rayon berbadan hukum dengan nama PT Asia Pacific Rayon (PT APR) dan dalam menjalankan usahanya, perusahaan senantiasa patuh dan mengikuti persyaratan ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

    Proyek yg sedang dalam pembangunan ini menggunakan teknologi terkini  diadopsi dari beberapa negara, termasuk Tiongkok.

    Pembangunan pabrik rayon ini, terbagi menjadi 2 tahap, yakni: Tahap pembangunan yang akan menyerap 4230 tenaga kerja dan Tahap operasional yang akan menyerap 1218 tenaga kerja.  Dimana dalam tahap kontruksi, pemasangan mesin hingga start up untuk memastikan pabrik dapat berjalan dengan baik, dan sejumlah TKA yang bekerja sesuai kompetensinya tersebut berdurasi 3 – 12 bulan, dan bukan merupakan karyawan tetap perusahaan.

    Rencana Penggunaan TKA (RPTKA) yang telah disetujui oleh Pemerintah total sejumlah sekitar 660 pekerja, dan seiring dengan perkembangan project ini, hingga saat ini baru terealisasi 210 TKA yang berasal dari berbagai negara Asia, Eropa, dan lain lain.  Keseluruhan proses pengajuan dan penggunaan TKA ini sudah sesuai dengan ketentuan dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan.(bir/jin)



     
    Berita Lainnya :
  • Ajukan 1500, Gelombang TKA di RAPP Sudah Mencemaskan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    4 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    5 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    9 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica