www.beritaintermezo.com
05:34 WIB - C1 Wajib diumumkan di PPS, jika tidak Pidana mengancam. | 18:17 WIB - Polres Dairi Berikan Pengamanan Kebaktian Ibadah Paskah | 09:08 WIB - Prabowo-Sandi Unggul Di TPS 7 Kelurahan Anggut Atas Kota Bengkulu | 09:02 WIB - Rusidi : Kami Rokemendasikan 112 TPS PSU dan Lanjutan Di Riau. | 20:45 WIB - TNI-Polri Dairi Turunkan Anggota Kawal Pilpres-Pileg 2019 | 06:36 WIB - Ribuan Warga Riau Kompleks Antusias Ikut Pemilu
Program Insentif Untuk Karet Rakyat mampu naikkan harga bokar di petani hingga 23,48%
Melalui Stabilisasi Harga Karet, PTPN V Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Karet Rakyat d
Senin, 15-04-2019 - 18:38:56 WIB

TERKAIT:
 
  • Melalui Stabilisasi Harga Karet, PTPN V Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Karet Rakyat d
  •  

    Jakarta (Beritaintermezo.com) – PT Perkebunan Nusantara V atau PTPN V, BUMN yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan karet di Riau, berkomitmen melakukan inovasi bisnis guna meningkatkan kinerja perseroan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang berada di wilayah operasionalnya. Salah satu inovasi yang digagas manajemen PTPN V adalah Program Insentif Untuk Karet Rakyat.
           
    Program Insentif Untuk Karet Rakyat berupa pemberian subsidi harga bahan olah karet rakyat (bokar). Program yang dilakukan secara khusus dan terbatas ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani karet serta menjadi stabilisator harga karet di pasar. Saat ini, Program Insentif Untuk Karet Rakyat telah diterapkan di dua wilayah unit kerja PTPN V yaitu Bukit Selasih dan Sei Lindai, Riau.

    Program yang telah dilaksanakan sejak minggu ketiga Februari 2019 ini terdiri dari sejumlah kegiatan antara lain, melakukan pembelian karet secara langsung kepada petani plasma dengan ikut serta tender yang dilaksanakan kelompok tani, melakukan pembelian bokar kepada petani rakyat dilakukan secara langsung, dan melakukan sosialisasi kepada petani untuk ikut serta dalam program ini sehingga tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat

    “Sebagai wujud BUMN Hadir Untuk Negeri, Program Insentif Untuk Karet Rakyat terbukti dalam waktu singkat telah berhasil membawa manfaat positif yang besar bagi kesejahteraan petani karet di Riau. Setelah dilakukan Program Insentif Untuk Karet Rakyat, telah terjadi peningkatan harga beli Bokar di pasar karet lokal sebesar 23,48%. Selain itu, insentif yang kami berikan terbukti mampu membuat pergerakan harga pasar karet lebih kompetitif dan harga tidak lagi dipermainkan oleh pengumpul besar,” tegas Direktur Utama PTPN V Jatmiko K. Santosa.

    Jatmiko menambahkan, sebelum dilakukan pemberian insentif, harga bokar di kalangan petani rata-rata sebesar Rp.7.802-Rp.8004/KgKB. Namun, setelah PTPN V aktif membeli bokar petani, harga bokar meningkat menjadi rata-rata Rp.9.336- Rp.10.117/KgKB. Artinya, harga Bokar naik rata-rata mencapai Rp. 1.539,- /KgKB. Kenaikan harga bokar tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan petani hingga rata-rata mencapai Rp. 1.539.000/bulan, dengan asumsi produktifitas per hektar: 500 KgKB/bulan dan memiliki lahan minimal 2 hektar.

    Tidak hanya itu, inisiatif bisnis ini juga mampu mendorong peningkatan kinerja perseroan. Setelah pelaksanaan Program Insentif Untuk Karet Rakyat, pemenuhan kebutuhan karet PTPN V dapat terpenuhi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Biaya Pengolahan karet juga dapat ditekan hingga sebesar 11,33%, dengan estimasi dari Rp. 2.977/KgKK menjadi Rp. 2.639,63/KgKK. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatnya kepercayaan petani karet untuk bekerjasama dengan PTPN V.

    Hingga minggu pertama April 2019, Program Insentif Untuk Karet Rakyat telah dinikmati hasilnya oleh total 2.923 petani, yang terdiri dari 983 orang petani di wilayah kerja Unit Pabrik Pengolahan Karet Rakyat (PPKR) Bukit Selasih (BSE) di Indra Giri Hulu dan 1.940 orang petani yang berada di wilayah Kebun Sei Lindai (SLI) di Kampar, Riau. Sementara jumlah insentif yang telah dikucurkan bagi karet petani hingga Minggu pertama April 2019, telah mencapai Rp. 3,6 miliar. Potensi untuk perluasan Program Insentif Untuk Karet Rakyat ini sangat besar mengingat jumlah petani dan luas lahan karet di Riau yang sangat besar.

    Saat ini, jumlah petani plasma karet di Riau sebanyak 11.921 orang (khusus jumlah Petani Plasma PTPN V sebanyak 8.931 orang) dan petani karet rakyat (mandiri) 235.908 orang. Selain itu, berdasar data Dinas Perkebunan Provinsi Riau, luas Perkebunan Karet di Riau sebesar 504.715 Ha terdiri dari 6.500 Ha kebun Inti PTPN 5 dan 17.861 Ha kebun Plasma PTPN 5. Sedangkan Plasma Swasta 5.981 Ha dan kebun rakyat 474.373 Ha.

    “Kami optimistis, inovasi bisnis yang kami lakukan ini akan dapat meningkatkan pendapatan petani karet sekaligus menjadi wujud peran aktif BUMN yang selalu hadir dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Jatmiko.***



     
    Berita Lainnya :
  • Melalui Stabilisasi Harga Karet, PTPN V Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Karet Rakyat d
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    3 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    4 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    5 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica