www.beritaintermezo.com
16:34 WIB - UKW PWI Riau Angkatan XIX Digelar 19-20 Oktober, Dibuka 10 Kelas dan Gratis | 11:02 WIB - PTPN V Dukung Penguatan Desa Wisata Buluh Cina | 10:47 WIB - Forkopimda Legalkan Aktivitas Pemungutan Limpasan Batu Bara di Sungai Bengkulu | 10:44 WIB - Pengurus Purnawirawan Polri Sosialisasikan UU PKDRT dan Perlindungan Anak Kepada Bhayangkari Meranti | 09:45 WIB - Berjualan di Trotoar, Tim Trantib Berikan Surat Peringatan Kepada PKL | 08:11 WIB - HUT Kabupaten Kuntan Singingi ke-23, Panitia Gelar LKTJ Untuk Wartawan se-Riau
Ikuti Pelatihan Pra Pensiun, Karyawan RAPP Sambut Pensiun Dengan Mantap
Kamis, 21-07-2022 - 12:23:44 WIB

TERKAIT:
   
 

Pangkalan kerinci  (Beritaintermezo.com)–Human Resources Department (HRD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) menyelenggarakan pelatihan Pra Pensiun Batch 11 untuk 33 karyawan berusia 53 tahun di APRIL Learning Institute (ALI) pada Rabu (20/7), di Pangkalan Kerinci.

Materi pelatihan meliputi mindset menghadapi pensiun, persiapan perencanaan keuangan, tips memulai usaha, smartphone photography dan sesi konsultasi.

Pelatihan Pra Pensiun diberikan 2 tahun sebelum karyawan pensiun di usia 55 tahun.  Pelatihan 4 hari ini bertujuan untuk menyiapkan mental dan mengubah mindset karyawan menjelang pensiun. RAPP menggandeng Indonesia Professional Development Center (IPDC) Training Institute sebagai konsultan pelatihan yang dilaksanakan secara ekstensif selama 4 hari.

HR Manager RAPP Wilim mengajak peserta untuk mengikuti pelatihan dengan tekun agar memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai rencana pensiun.

"Kami berharap pelatihan-pelatihan yang diberikan akan menjadi bekal bapak dan ibu agar bisa hidup aman dan nyaman setelah pensiun, mengubah mode dari karyawan menjadi wirausahawan,"  ucap Wilim saat membuka acara.

Anjasmara Dewi Permatasari, M.Psi., Psikolog, konsultan dari IPDC Training Institute mengatakan memasuki masa pensiun tanpa persiapan akan sangat berdampak secara fisik dan psikis. Tidak sedikit yang mengalami post powersyndrome yang berakibat pada buruknya relasi sosial, sakit-sakitan, atau bahkan mengalami kekacauan finansial.  

Lebih lanjut Anjasmara mengatakan setelah pensiun tujuan bekerja adalah untuk mengisi waktu luang dan melakukan kegiatan sesuai hobi atau passion.

"Cari kegiatan yang membuat bapak dan ibu senang, bebas stress dan tetap produktif agar terhindar dari penyakit pikun atau dementia,"  kata Anjasmara.

Aladin Sirait, karyawan PT Prima Tansport Indonesia (PTSI) yang telah bekerja selama 26 tahun di Grup APRIL mengikuti pelatihan bersama istrinya, Erni. Aladin mengatakan bahwa bersyukur atas semua pencapaian adalah kunci menyambut masa pensiun yang telah di depan mata.***



 
Berita Lainnya :
  • Ikuti Pelatihan Pra Pensiun, Karyawan RAPP Sambut Pensiun Dengan Mantap
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica