www.beritaintermezo.com
17:36 WIB - Dewan Kehormatan PWI Buat Kode Perilaku Wartawan | 07:16 WIB - Aziz Urung Jadi Ketua DPR, SIap Maju Ketum Golkar | 07:34 WIB - Bupati Azis Ingatkan Kades Tidak Main-main Penggunaan Dana Desa | 07:31 WIB - Harapkan Perhatian Khusus, Wabup Rohil Temui Dirjen Kementerian Desa Tertinggal | 07:25 WIB - Bupati Ikut Pawai Ta'aruf MTQ Riau, Kafilah Rohil Tampil Memukau | 07:22 WIB - Pemko Terima Piagam Penghargaan Kemenkumham
Ketua Komisi 1 DPR RI Minta Yerussalem Tetap Status Quo.
Kamis, 07-12-2017 - 12:30:20 WIB
TERKAIT:
 
  • Ketua Komisi 1 DPR RI Minta Yerussalem Tetap Status Quo.
  •  

    Jakarta, (BI)-Kegetiran DPR akibat tindakan Presiden AS Donald Trump menyatakan Yerusalem sebagai Ibukota Israel ditunjukkan Ketua Komisi 1 DPR RI  yang terus berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri RI Bu Retno Marsudi, walau sampai sekarang masih dipersepsikan baru dalam tahap rencana.
    " Saran saya opsi ini sebaiknya ditutup rapat rapat oleh AS, sebab hanya akan melahirkan konflik sangat besar skala dunia yang akan merugikan semua pihak" jelas Kharis dalam keterangan tertulisnya kepada pers hari ini, Kamis  (8/12-2017).

    Kharis menambahkan apabila ini benar terjadi maka akan menjadi kemunduran luar biasa bagi upaya kemerdekaan Palestina. 
    "Indonesia, dalam prinsipnya sebagaimana Bung Karno pernah sampaikan, kita akan terus berdiri menantang penjajahan Israel sampai berdiri negara Palestina yang merdeka berdaulat penuh dan mampu dimiliki rakyatnya l" tegas Anggota DPR asal Solo ini.

    Kharis mengingatkan bahwa Perkembangan ini jelas juga bertentangan dengan kesepakatan internasional, resolusi PBB dan fakta sejarah." langkah seperti itu akan merusak semua upaya perdamaian dan memicu ketegangan dan konflik baru. Indonesia harus berkomunikasi dengan pemerintah AS untuk menghindari kesalahan ini dan menghormati semua resolusi yang dicapai"ujar Kharis.

    Anggota DPR RI dari fraksi PKS ini juga meminta agar pemerintah Jokowi memberikan masukan kepada AS agar  tetap mempertahankan status quo Yerusalem dan Haram al-Sharif sebagai milik bersama secara internasional sangat penting bagi semua pihak, keberlangsungan perdamaian bagi anak segala bangsa.

    "Presiden Jokowi dapat memanfaatkan kedekatannya dengan banyak pemimpin dunia. Segera melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Mahmud Abbas dan pemimpin negara lainnya menegaskan pentingnya pembentukan sebuah negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya dan pelestarian status Yerusalem & Haram al-Sharif untuk perdamaian dan keamanan" tutup Kharis menjelaskan.(Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Ketua Komisi 1 DPR RI Minta Yerussalem Tetap Status Quo.
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    4 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    5 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    9 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica