Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin berharap Ketum PKB A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin lebih relaisti" />
www.beritaintermezo.com
21:10 WIB - Pemkab Rohil Tidak Lagi Membiayai Honorer Guru Swasta, Ini Alasannya... | 08:17 WIB - Kader Golkar Jangan Takut Merebut Kemenangan | 18:40 WIB - Datangkan 500 Ahli Geologi ke Pekanbaru, Pengda IAGI Riau Akan Perkenalkan Wisata Ulu Kasok | 17:52 WIB - Besok Konfercab PWI Bengkalis Dibuka | 16:40 WIB - PT RAPP Berikan Pelatihan Budidaya Nenas Kepada 43 Petani di Pulau Padang | 16:27 WIB - Penuhi Panggilan Bawaslu, Bupati Sukiman Dicecar 28 Pertanyaan.
Manuver PKB Peralat NU Jadikan Cak Imin Capres Gagal
Kamis, 09-08-2018 - 11:17:26 WIB

TERKAIT:
 
  • Manuver PKB Peralat NU Jadikan Cak Imin Capres Gagal
  •  

    JAKARTA, (BI)-Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin berharap Ketum PKB A. Muhaimin Iskandar atau Cak Imin lebih relaistis dalam berpolitik saat ini.

    Dimana manuver politik PKB dengan ‘memperalat’ para kiai NU untuk mendukung Cak Imin sebagai cawapres Jokowi dan jika gagal sebagai cawapres tersebut akan membentuk poros ketiga dengan menggandeng PAN dan PKS, itu hanya untuk meningkatkan bergaining dan power sharing saja.

    “Jadi, PKB harus realistis, karena partai menengah seperti PKB bergainingnya justru di situ. Jika tidak cawapres, maka kursi menterinya bertambah banyak dan tentu stratrgis,” tegas Ujang di Jakarta, Rabu (7/8/2018).

    Menurut Ujang, justru akan menjadi naif jika PKB tidak bermanuver, karena manuver PKB juga untuk menaikan elektabilitasnya. “Ancaman para ulama NU meski telah dibantah, juga bukan merupakan sikap PKB seutuhnya, karena PKB akan tetap dalam koalisi Jokowi,” ujarnya.

    Karena itu kata Ujang, saat ini hasrat untuk cawapres itu sudah meredup. PKB juga tidak bisa menjual Cak Imin secara utuh, karena masih menghadapi kasus ‘krdus durian’ ketika menjadi Menakertrans RI.

    Dengan demikian sulit untuk membentuk poros ketiga pilpres, karena Jokowi sudah berhasil mengunci PKB dengan sempurna. “Dengan tidak ditetapkannya cawapres sampai saat ini, maka PKB tidak punya pilihan lain selain tetap dalam koalisi Jokowi,” tambah Ujang.

    Kekuatan PAN, PKS, dan PKB juga tidak cukup kuat. Karena itu daripada tidak mendapat apa-apa, maka harus bertahan bersama koalisi Jokowi.

    Sementara itu PAN dan PKS disarankan tetap berada dalam koalisi Prabowo. Sebab, jika bergabung dengan poros ketiga akan justru salah, karena PAN dan PKS memiliki calon sendiri yang masih berpeluang dipilih Prabowo sebagai Cawapres.

    “Dan PKS akan dianggap tidak konsisten jika mendukung Jokowi. Karena selama ini PKS lah yang berkampanya #2019gantipresiden. Lalu, PAN sendiri akan dianggap main dua kaki,” pungkas Ujang.(Bir)





     
    Berita Lainnya :
  • Manuver PKB Peralat NU Jadikan Cak Imin Capres Gagal
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    3 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    4 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    5 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    9 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica