Osman Sapta Odang (OSO) yang namanya dicoret KPU dari daftar calon sementara DPD RI karena melanggar keputusan MK bahwa pimpinan  pa" />
www.beritaintermezo.com
21:10 WIB - Pemkab Rohil Tidak Lagi Membiayai Honorer Guru Swasta, Ini Alasannya... | 08:17 WIB - Kader Golkar Jangan Takut Merebut Kemenangan | 18:40 WIB - Datangkan 500 Ahli Geologi ke Pekanbaru, Pengda IAGI Riau Akan Perkenalkan Wisata Ulu Kasok | 17:52 WIB - Besok Konfercab PWI Bengkalis Dibuka | 16:40 WIB - PT RAPP Berikan Pelatihan Budidaya Nenas Kepada 43 Petani di Pulau Padang | 16:27 WIB - Penuhi Panggilan Bawaslu, Bupati Sukiman Dicecar 28 Pertanyaan.
Dicoret dari Daftar CS DPD, OSO Meradang dan Kerahkan Perlawanan
Sabtu, 22-09-2018 - 06:28:19 WIB
Oesman Sapta ODang
TERKAIT:
 
  • Dicoret dari Daftar CS DPD, OSO Meradang dan Kerahkan Perlawanan
  •  

    JAKARTA (Beritaintermezo.com)-Osman Sapta Odang (OSO) yang namanya dicoret KPU dari daftar calon sementara DPD RI karena melanggar keputusan MK bahwa pimpinan  partai dilarang menjadi calon anggota legislatf tampaknya memulai mengerahkan semua lini perlawanannya.

    Dari gugatan  ke Bawaslu hingga mengembangkan isu anggota DPD bahwa putusan MK sebagai politis, kemudian Oso yang merangkap jabatan ketua DPD dan walkil ketua MPR juga menggerakkan dari unsur MPR.

    Sebelumnya juga Oso pernah menuding MK sebagai bodoh atas putusan tersebut, hingga diperingati hakim  MK supaya mencabut ucapannya.

    Anggota MPR RI dari unsur DPD RI Benny Rhamdani menyatakan dugagaannya Mahkamah Konstitusi (MK) membuat keputusan politis terkait larangan pengurus parpol menjadi caleg DPD RI. Karena putusan itu seharusnya berlaku surut atau untuk pemilu 2024.

    Apalagi putusan MK No. 30/PUU-XVI/2018 itu diputus di tengah proses tahapan pemilu sudah berjalan. Sehingga tidak berlaku surut, tapi berlaku untuk pemilu 2024.

    “Tapi, kalau MK dan KPU tetap memaksakan itu, berarti MK dan KPU diduga melakukan konspirasi politik hanya untuk menjatuhkan Pak OSO,” tegas Ketua Komite I DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat, (21/9/2018).

    Menurut Benny, putusan MK itu bersifat progresif bukan retroaktif. Tapi, kali ini kenapa berlaku retroaktif di tengah tahapan pemilu sudah berjalan? “Itu yang kami khawatirkan MK melakukan a buse of power,” ujarnya.

    Dimana dengan keputusan itu kata Benny, MK dan KPU telah menghilangkan hak politik warga negara, yang dijamin konstitusi. Termasuk anggota DPD yang maju caleg DPR RI. “KPU bilang pendaftaran sudah tutup,” ungkapnya.

    Ketika ditanya apakah oknum yang melakukan operasi politik dimaksud adalah Menkopolhukam Wiranto, Benny tidak bersedia menyebutkan namanya. “Kalau itu saya tidak tahu,” jelasnya.

    Yang pasti pihaknya telah memasukkan kasmenggugat putusan MK dan PKPU tersebut ke Bawaslu, DKPP dan MA. “MK sudah masuk pada yang bukan menjadi kewenangannya, dengan meminta PKPU melaksanakan putusan itu berlaku di pemilu 2019,” pungkasnya kecewa.(Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Dicoret dari Daftar CS DPD, OSO Meradang dan Kerahkan Perlawanan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    3 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    4 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    5 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    9 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica