www.beritaintermezo.com
08:24 WIB - Setelah Setahun Sukses Berkegiatan, BEM FIKOM - UIR Syukuran Ke Panti Asuhan | 08:17 WIB - PT BSP Akan Supprot Kegiatan PWI Riau | 07:51 WIB - Presiden Joko Widodo Lantik Wan Thamrin Gubernur Definitif Riau | 17:37 WIB - Hindari Antrian Panjang, Masyarakat Ramai Urus BPJS di MCS Point | 17:27 WIB - LPPM UIR Seminarkan Tantangan Universitas Hadapi Era Industri 4.0 Bersama Prof. Luiz dari Inggris | 17:00 WIB - Peristiwa Nduga Harus Jadi Bahan Evaluasi Bagi TNI, Polri dan BIN
Menjaga Pancasila Wujud Perlawanan Terhadap Hoax
Kamis, 15-11-2018 - 13:47:06 WIB

TERKAIT:
 
  • Menjaga Pancasila Wujud Perlawanan Terhadap Hoax
  •  

    JAKARTA (BI) -Ditengah masifnya provokasi, fitnah, hoaks, dan adu-domba di media sosial (medsos) atau proxy war menjelang pilpres 2019 ini, MPR RI meminta rakyat tetap bersatu dan konsisten menjaga dan mengawal Pancasila dan NKRI.

    “Jadi, penjajahan bentuk baru saat ini adalah proxy war, hoaks, provokasi dan adu domba di medsos. Sehingga semua harus komitmen menjaga Pancasila dan NKRI sebagai warisan para pahlawan,” tegas Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, di Kompleks Parlemen, Senayan Jakareta, Selasa (13/11/2018).

    Hal itu disampaikan dalam diskusi 4 pilar MPR RI "Memaknai Perjuangan Pahlawan Nasional" bersama Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, dan peneliti utama LIPI Siti Zuhro.  

    Sebab, kata Basarah, dari sekitar 262 juta penduduk, terdapat 371,4 juta pengguna smartphone, dan satu orang ada yang memiliki dua – tiga handphone. “Kalau terjadi caci-maki, saling hujat, dan fitnah, maka bangsa ini bisa mudah terpecah-belah,” ujar politisi PDIP itu.

    Termasuk provokasi, bahwa yang Islam bukan nasionalis, dan sebaliknya nasionalis bukan Islam. Ini kata Basarah, politik devide et impera, pecah-belah, semua menjadi ahlul fitnah berjamaah. Apalagi semua Hp yang dipakai dikendalikan asing, sehingga asing akan mudah memecah-belah bangsa ini.  

    Dengan demikian, generasi muda ke depan harus merawat Pancasila dan NKRI. Para pahlawan telah merelakan jiwa dan raganya untuk Kemerdekaan RI. “Mereka itu berbeda agama, suku, budaya, golongam, juga parpol, tapi tetap bersatu untuk NKRI,” tambah Hidayat Nur Wahid.   
    Selain itu menurut Siti Zihro, pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), integritas, karakter, dan mentalitas agar bangsa ini tidak kehilangan dis-orientasi.

    “Orientasi untuk membangun jati diri, dignity, kemandirian, kedaulatan, martabat untuk mendorong proses demokrasi yang sejahterakan rakyat. Bukan demokrasi liberal, dan ini tanggung jawab parpol,” pungkasnya.(Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Menjaga Pancasila Wujud Perlawanan Terhadap Hoax
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    3 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    4 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    5 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica