www.beritaintermezo.com
12:30 WIB - Diskominfo di Rohil Segera Dibentuk | 09:31 WIB - Hari Ini Walikota Bengkulu Ajak Masyarakat Makan Akbar Gulai Ikan Tempoyak Usai Sholat Jumat. | 12:04 WIB - Remehkan UAS, Bupati Rohil Kumpulkan Tokoh Agama | 11:09 WIB - Pelajar Patani Thailand se Indonesia Pupuk Silaturrahmi di UIR | 11:06 WIB - Dewan Kota Periode 2019-2024 Dilantik , Wako : Sinergitas Legislatif Diharapkan Wujudkan Visi Kota R | 11:00 WIB - Pengurus PWI Riau Juara Lomba Publikasi Kemenkes RI Tahun 2019
SETARA Minta KPU Tinjau Ulang Sosialisasi Pemilu di Masjid
Minggu, 10-02-2019 - 08:53:35 WIB

TERKAIT:
 
  • SETARA Minta KPU Tinjau Ulang Sosialisasi Pemilu di Masjid
  •  

    JAKARTA (Beritaintermezo.com)-Komisi Pemilihan Umum (KPU) kerjasama dengan Kemenag, MUI, dan semua organisasi keagamaan akan sosialisasikan pemilu melalui rumah ibadah. Hal itu akan dilakukan tiga minggu sebelum hari pencoblosan 17 April 2019 mendatang.

    Namun ada kekhawatiran sosialiasi itu akan terjadi politisasi masjid. Sehingga melegalkan khotbah politik di masjid-masjid yang selama ini sudah dilakukan oleh sebagian masyarakat.

    “Langkah KPU itu harus ditinjau ulang. Karena akan memberikan justifikasi sosial bahwa masjid merupakan salah satu sarana politik elektoral,” tegas Ketua Setara Institute, Hendardi, Jumat (8/2/2019).

    Penggunaan masjid maupun gereja oleh KPU untuk sosialisasi pemilu menurut Hendardi, justru akan memicu perluasan politisasi tempat ibadah.  

    Sehingga mudah diprediksi, setelah penyelenggara (KPU) menggunakan masjid secara terbuka, maka kontestan yang selama ini sudah sering mempolitisasi masjid secara diam-diam akan menggunakan masjid secara lebih terbuka untuk kepentingan elektoral.

    Dalam situasi itu kata Hendardi, banalitas politisasi masjid akan semakin menguat. Karena itu,  KPU harus menimbang ulang rencana tersebut. “Seluruh elemen negara harus menyampaikan pesan sosial yang sama bahwa tempat ibadah harus steril dari instrumentasi politik elektoral,” pungkasnya.

    Sebelumnya KPU akan mendorong sosialisasi Pemilu melalui organisasi keagamaan hingga rumah ibadah. Sosialisasi itu akan dilakukan 3 minggu sebelum pencoblosan.

    "Kita juga kerja sama dengan Kemenag, MUI, semua organisasi keagamaan. Tiga minggu sebelum hari pemungutan suara kita akan manfaatkan khotbah keagamaan sosialisasi pemilu. Termasuk seorang non muslim di gereja," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Kamis (7/2/2019).(Bir).



     
    Berita Lainnya :
  • SETARA Minta KPU Tinjau Ulang Sosialisasi Pemilu di Masjid
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    4 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    5 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica