www.beritaintermezo.com
05:34 WIB - C1 Wajib diumumkan di PPS, jika tidak Pidana mengancam. | 18:17 WIB - Polres Dairi Berikan Pengamanan Kebaktian Ibadah Paskah | 09:08 WIB - Prabowo-Sandi Unggul Di TPS 7 Kelurahan Anggut Atas Kota Bengkulu | 09:02 WIB - Rusidi : Kami Rokemendasikan 112 TPS PSU dan Lanjutan Di Riau. | 20:45 WIB - TNI-Polri Dairi Turunkan Anggota Kawal Pilpres-Pileg 2019 | 06:36 WIB - Ribuan Warga Riau Kompleks Antusias Ikut Pemilu
Fatwa MUI Tentang Golput
Selasa, 02-04-2019 - 11:27:05 WIB

TERKAIT:
 
  • Fatwa MUI Tentang Golput
  •  

    JAKARTA,(BI)-Fatwa Majelis Ulama Indoensia (MUI) yang mewajibkan rakyat untuk memilih di pemilu 17 April 2019 nanti semata untuk meningkatkan partisipasi politik, dan menjadi wajib memilih caleg dan capres yang terbaik.

    “MUI hanya memberikan syarat atau kriteria untuk memilih caleg dan capres yang benar, jujur, aspiratif dan mampu (shiddiq, amanah, tabligh, fathonah) agar bisa membawa bangsa ini ke yang lebih baik,” demikian Ketua MUI Huzaimah T. Yanggo.

    Hal itu disampaikan dalam diskusi Empat Pilar MPR RI 'Efektifitas Fatwa Haram Golput Tingkatkan Partisipasi Pemilih?' bersama anggota MPR RI F-Golkar Rambe Kamarul Zaman dan anggota MPR F- Gerindra MPR RI Ahmad Riza Patria di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (1/4/2019).

    Hanya saja kata Huzaemah, MUI sebenarnya tak pernah mengeluarkan fatwa golput haram. Tapi, hanya seruan wajib memilih. “MUI hanya menegaskan bahwa memilih itu wajib karena ada caleg dan capres yang memenuhi syarat. Kalau ada yang buruk, pilih yang buruknya lebih sedikit (ma la layudroku kulluh la yudroku kulluh),” ujarnya.

    Seruan itu dibuat sejak tahun 2009 hingga sekarang. Bahwa kriteria atau syarat yang diberikan MUI tersebut kata Huzaemah, agar caleg dan capres yang dipilih mampu mengantarkan rakyat pada kehidupan yang lebih baik. “Jadi, wajib memilih calon yang lebih baik agar kehidupan lebih baik. Makanya, kalau tidak memilih berdosa,” pungaksnya.

    Rambe Kamarul Zaman menegaskan jika pemilu kali ini sebagai yang paling sulit, karena harus memilih caleg dan pilpres. “Ada lima lembar kertas suara dan lebar-lebar. Sementara sosialiasi rendah, masa kampanye panjang, dan anggarannya pun tak ada. Jadi, kalau ke depan ada usulan revisi UU Pemilu No.7 tahun 2017 ini wajar, karena aturan teknisnya memang sulit,” ujarnya.

    Apalagi lanjut Rambe, perhatian rakyat saat ini hanya pada pilpres. Sehingga rakyat tak banyaik tahu kalau pada pemilu serentak ini harus juga memilih DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II. “Kesadaran politik rakyat harus ditingkatkan untuk mengurangi politik uang. Tentu, fatwa MUI pun kita dukung untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” ungkapnya.

    Riza Patria mengakui kalau indikator pemilu yang luber dan jurdil itu antara lain meningkatnya partisipasi pemilih. Tapi, dia yakin partisipasi itu akan meningkat karena serentak dengan pilpres, juga ada cockail effeck.  “Termasuk fatwa MUI untuk meningkatkan partisipasi pemilih,” katanya.(Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Fatwa MUI Tentang Golput
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    3 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    4 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    5 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica