Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal keberhasilan penegakan hukum dan HAM dalam pidato kenegaraan 2019. Jokowi menyebut tolak u" />
www.beritaintermezo.com
07:43 WIB - Penegak Hukum Didesak Tangkap Pelaku Karhutla | 07:38 WIB - Empat Senator Muda Fraksi PDIP Pekanbaru Sidak Terminal BRPS, Ada Apa ya ? | 06:10 WIB - Tiga Media Besar Ho Chi Minh Dikunjungi Rombongan Studi Jurnalistik PWI Riau | 05:53 WIB - Bupati Musi Rawas Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Rumah Didesa Pasenan | 05:49 WIB - Tim Validasi Dapertemen Award Kamendagri Kunjungi Puskesmas Terawas | 16:24 WIB - Peduli Korban Asap, Teratak Literasi Sediakan Buku Bacaan
Presiden Jokowi : Keberhasilan Hukum Bukan Dari Jumlah Kasus dan Orang Dipenjarakan
Jumat, 16-08-2019 - 13:32:00 WIB

TERKAIT:
 
  • Presiden Jokowi : Keberhasilan Hukum Bukan Dari Jumlah Kasus dan Orang Dipenjarakan
  •  

    Jakarta (Beritaintermezo.com)-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal keberhasilan penegakan hukum dan HAM dalam pidato kenegaraan 2019. Jokowi menyebut tolak ukur keberhasilan penegakan hukum dan HAM bukan dari jumlah kasus dituntaskan maupun pelaku yang ditangkap.

    "Ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM juga harus diubah termasuk kinerja pemberantasan korupsi. Penegakan hukum yang keras harus didukung. Penegakan HAM yang tegas harus diapresiasi. Tetapi keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari berapa kasus yang diangkat dan bukan hanya berapa orang dipenjarakan," kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8) seperti dikutip dar Merdeka.com.

    Jokowi mengatakan, keberhasilan penegakan hukum dan HAM harus juga dilihat dari potensi pelanggaran yang dapat dicegah dan dampak kerugian negara diselamatkan. Jokowi menegaskan untuk mendukung itu semua manajemen tata kelola serta sistem yang harus dibangun.

    "Ini perlu kita garis bawahi. Sekali lagi manajemen tata kelola serta sistemlah yang harus dibangun," kata Jokowi.

    Jokowi juga menyoroti kinerja aparat pengawasan dan birokrasi pelaksana. Mantan Gubernur DKI Jakarta kembali mengingatkan tata kelola pemerintahan yang baik tercermin dari prosedur cepat dan sederhana serta membuka ruang terobosan dan mendorong lompatan-lompatan.

    "Orientasi kerja pemerintahan, orientasi kerja birokrasi pelaksana, orientasi kerja birokrasi pengawas, haruslah orientasi pada hasil. Sekali lagi harus berorientasi pada hasil," tandasnya. ***



     
    Berita Lainnya :
  • Presiden Jokowi : Keberhasilan Hukum Bukan Dari Jumlah Kasus dan Orang Dipenjarakan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    4 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    5 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    6 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica