Krisis global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, mulai berdampak pada negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. " />
www.beritaintermezo.com
15:08 WIB - Kapolda Riau Resmikan Jaga Pemilu | 12:49 WIB - iKLAN | 09:53 WIB - Saksi Sebut, Ketua DPRD Riau Indra Gunawan Eet Jemput Uang dari PT CGA ke Surabaya | 09:49 WIB - Dalami Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa, KPK Periksa 63 Kepsek di Inhu Riau | 09:38 WIB - Bupati Irwan Resmikan Pemakaian Pelabuhan Berstandar Nasional di Desa Pelantai | 09:30 WIB - New Normal di Webinar PPs UIR, Ekonomi Berputar Kesehatan Warga Tetap Dijaga
Resesi Mengancam Dunia? Indonesia Terdampak Kecil
Jumat, 06-12-2019 - 09:02:34 WIB

TERKAIT:
 
  • Resesi Mengancam Dunia? Indonesia Terdampak Kecil
  •  

    Jakarta (Beritaintermezo.com)-Krisis global akibat perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, mulai berdampak pada negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Namun, dampaknya akan kecil terhadap Indonesia dibanding Singapura, Thailand dan negara-negara Asia Lainnya. Hal itu, karena usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) mampu menyangga perekonomian nasional.

    Demikian yang terungkap dalam dialektika demokrasi "Mampukah Indonesia Menghadapi Ancaman Resesi Dunia 2020?” bersama anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto (F-PDIP), anggota Komisi IV DPR Andi Akmal Pasluddin (F-PKS), Ketua Komite IV DPD RI Hj. Elviana, anggota Komisi XI DPR Didi Irawadi Syamsuddin (Demokrat), dan Direktur INDEF Tauhid Ahmad, di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Kamis (5/12/2019).

    "Krisis global pasti berdampak pada Indonesia, tapi kecil, 17,8 persen. Dan, kalau mampu menangani ekspor sawit, karet, dan sebagainya bisa terhindar dari krisis. Disamping konsumsi yang bagus. Karenanya, pemerintah pusat harus mempermudah perizinan investasi di daerah yang menyumbang 35 persen pada APBN," tegas Ketua Komite IV DPD RI Elviana.
    Sebab, ketika ada pengusaha dari Spanyol yang berkunjung ke Jambi, melihat sumber minyak terbesar ada di daerah itu, tapi karena proses perizinannya rumit, mereka batal berinvestasi. Untuk itu, Elviana minta kewenangan investasi itu diberikan ke daerah itu tidak setengah-setengah. "Jadi, pemerintah harus perhatikan daerah," ujarnya.

    Darmadi Durianto menyontohkan ekspor ke Australia, yang selama ini ternyata lebih besar impor-nya dari Australia. Sehingga terjadi defisit, dan hambatan ekspor tersebut lebih banyak pada masalah non tarif, yang membuat ekspor Indonesia tak bisa optimal ke luar negeri. Karena itu, ia minta kalau ada industri yang tak mampu memproduksi komponennya di dalam negeri, seharusnya tak diberi izin.

    Dengan demikian kata Darmadi, Omnibus law, undang-undang baru yang akan mengatur perkembangan UMKM dan membuka lapangan kerja yang diusulkan pemerintah sekarang ini diharapkan mampu menumbuhkan investasi. "Meski tak mudah dan perlu kajian mendalam, Omnibus Law diharapkan bisa menghadapi krisis global. Dimana pertumbuhan ekonomi dunia hanya 0,8 persen," ungkapnya.(Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Resesi Mengancam Dunia? Indonesia Terdampak Kecil
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    4 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    5 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    8 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica