Produsen pulp dan kertas, Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) merilis "APRIL 2030", komitmen keberlanjutan transformatif" />
www.beritaintermezo.com
11:40 WIB - Bawaslu Bersama Polres Pelalawan Lepas Tim Pengawasan Anti Money Politik | 11:00 WIB - PWI Riau & SPS Gelar Tiga Kegiatan Virtual | 08:32 WIB - DKP Kota Bengkulu Kembali Membagikan Bantuan Mesin Kapal BBG Kepada Nelayan. | 07:39 WIB - Pengesahan APBD 2021 Pekanbaru Hujan Interupsi, Dewan Sebut Pimpinan Pembohong | 13:04 WIB - Pimpin Deklarasi Pilkada Bersih, Bupati Irwan Ajak Masyarakat Jaga Nilai Demokrasi | 12:27 WIB - Gubernur Riau Syamsuar Terkonfirmasi Positif Covid-19
Target Satu Dekade Group April Dibidang Keberlanjutan
Rabu, 18-11-2020 - 08:09:32 WIB

TERKAIT:
 
  • Target Satu Dekade Group April Dibidang Keberlanjutan
  •  

    Jakarta (Beritaintermezo.com)-Produsen pulp dan kertas, Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) merilis "APRIL 2030", komitmen keberlanjutan transformatif yang berisi serangkaian aksi nyata yang akan berkontribusi positif terhadap iklim, alam dan pengembangan masyarakat dalam 10 tahun kedepan.

    Komitmen ini semakin menegaskan Grup APRIL, unit usaha Royal Golden Eagle (RGE), sebagai perusahaan yang mendukung bisnis berkelanjutan sekaligus mendorong tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia.

    Dalam sepuluh tahun mendatang, Grup APRIL berkomitmen untuk mencapai nol emisi karbon
    bersih dari penggunaan lahan serta mengurangi intensitas emisi karbon produk sebesar 25%. Komitmen ini juga akan memastikan tidak ada kawasan lindung yang hilang (zero net loss) sekaligus mencapai hasil yang terukur untuk keanekaragaman hayati dan ekosistem di kawasan restorasi dan konservasi.

    APRIL2030 juga akan mendorong kemajuan inklusif untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui serangkaian inisiatif dalam menyediakan mata pencaharian, akses pendidikan, kesehatan hingga membuka kesempatan yang sama untuk perempuan. Perusahaan juga berkomitmen untuk mendorong konsep sirkularitas dalam bisnis serta menggunakan daur ulang tekstil sebagai sumber serat alternatif.

    Direktur RGE Anderson Tanoto mengatakan di tengah situasi yang penuh tantangan, penguatan investasi pada sektor iklim, alam dan pembangunan berkelanjutan semakin menentukan bagi ekonomi global demi mencapai pemulihan yang kuat dari dampak Covid-19.

    "Situasi yang kita hadapi saat ini memang berat dan penuh tantangan, akan tetapi masih ada peluang yang dapat dimanfaatkan untuk bertransformasi demi mewujudkan masa depan yang lebih baik, Kami berkomitmen menjalankan aksi nyata dan bertransformasi lebih lanjut dalam satu dekade mendatang, sebagaimana kami memiliki peranan untuk mendukung tercapainya ekonomi rendah karbon dan berkontribusi positif untuk iklim, alam dan masyarakat," ujar Anderson.

    Komitmen APRIL 2030 terdiri dari serangkaian target spesifik berbasis sains yang dikelompokkan menjadi empat komitmen inti, yaitu :
    1. Iklim Positif mencakup aksi-aksi yang menekankan penerapan solusi berbasis sains terbaik untuk mengurangi emisi karbon secara drastis, termasuk mencapai nol emisi karbon bersih dari penggunaan lahan dan mengurangi karbon emisi produk hingga 25%.
    2. Lanskap yang berkembang mencakup sejumlah target untuk memajukan konservasi dan keanekaragaman hayati dengan mengedepankan pendekatan proteksi-produksi Grup APRIL, salah satunya memastikan tidak adanya net zero loss di kawasan yang dilindungi.
    3. Kemajuan Inklusif mencakup langah-langkah kongkrit untuk memberdayakan masyarakat melalui serangkaian inisiatif transformatif khususnya pada aspek pelayanan kesehatan, edukasi dan kesetaraan gender. Salah satu targetnya memerangi kemiskinan ekstrem dalam radius 50 km dari kegiatan operasional di Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau.
    4. Pertumbuhan Yang Berkelanjutan yang bertujuan mengembangkan bisnis APRIL secara berkelanjutan melalui diversifikasi, sirkularitas, dan produksi yang bertanggung jawab.

    "Sebagai perusahaan yang beroperasi di negara berkembang, komitmen untuk menjalankan
    kegiatan usaha secara berkelanjutan sembari mendorong kemajuan bagi masyarakat menjadi
    semakin penting untuk dilakukan," tambah Presiden Direktur Grup APRIL, Praveen Singhavi.

    Aksi nyata untuk memulai komitmen APRIL 2030 ditandai dengan diskusi lanjutan dengan Wildlife Conservation Society untuk mendukung perlindungan satwa liar dari perdagangan ilegal di Indonesia, termasuk spesies yang terancam punah. Kerjasama ini memperkuat hubungan kemitraan bersama Fauna & Flora International yang telah lama dibangun di Restorasi Ekosistem Riau (RER). Eco-Research Camp di Semenanjung Kampar, Riau juga telah dibangun sebagai tempat penelitian bagi akademisi dan ilmuwan nasional maupun internasional. APRIL juga menjalin kemitraan dengan Science-Based Target Initiative (SBTi) dan akan bekerja sama untuk menetapkan target pengurangan emisi berbasis sains yang selaras dengan kriteria penetapan target SBTi.

    Tak hanya itu, sebagai bagian dari komitmen untuk pengurangan emisi karbon, APRIL berencana untuk memasang panel surya berkapasitas 20MW di lokasi operasionalnya mulai tahun 2021 dan diharapkan rampung pada tahun 2025. Instalasi ini akan menjadikan APRIL sebagai salah satu perusahaan swasta dengan panel surya terbesar di Indonesia. Langkah perusahaan ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan porsi energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025, serta 31 persen pada 2050.

    Grup APRIL juga memperluas komitmen konservasi dan restorasi hutan dengan menyisihkan dana dari tiap ton kayu yang digunakan dalam produksi untuk membiayai investasi di bidang lingkungan sebesar 10 juta USD per tahun.

    "APRIL2030 adalah tentang rasa memiliki atas agenda kami dan secara proaktif mendefinisikan bagaimana kami mengembangkan komitmen keberlanjutan agar lebih relevan dengan tantangan terbesar saat ini. Kami memiliki kesempatan 10 tahun ke depan untuk bekerja bersama dan menjadikan ini benar-benar satu dekade penuh aksi yang menentukan," ucap Lucita Jasmin, Direktur Keberlanjutan dan Urusan Eksternal.

    Sihol Aritonang, Direktur Utama Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit usaha APRIL mengatakan APRIL 2030 adalah bentuk nyata dari komitmen perusahaan dalam mendukung  pemerintah Indonesia mencapai target iklim dan pembangunan nasional, serta bermitra dengan masyarakat.

    "Pada tahun 2030, kami menargetkan untuk menghapus kemiskinan ekstrem disekitar wilayah operasional kami di Pangkalan Kerinci, Riau, memperbaiki layanan kesehatan, kualitas pendidikan sekaligus mentransformasi bisnis kami demi pertumbuhan yang berkelanjutan. Dan kami semua sangat bersemangat dan siap untuk membuat perbedaan," ujarnya.

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi serangkaian komitmen keberlanjutan yang diluncurkan Grup APRIL yang diharapkan dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional, khususnya di sektor perhutanan.

    "Kinerja baik ini diharapkan bisa di tingkatkan menjadi model pengelolaan industri kehutanan yang dapat dikembangkan oleh perusahaan swasta lainnya secara berkelanjutan sehingga dapat bersinergi dengan pemerintah, dan secara kumulatif dapat mendorong pencapaian target pembangunan ekonomi di Indonesia," kata Airlangga yang hadir secara virtual dalam peluncuran komitmen.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono mengatakan komitmen APRIL 2030 sejalan dengan aspirasi pemerintah agar pelaku swasta mendukung upaya pembangunan berkelanjutan RPJMN 2020-2024, terutama dalam komitmen kelestarian lingkungan, sosial dan produksi.

    "Sektor swasta menjadi peran utama untuk menjamin terselesaikannya masalah kemiskinan, peningkatan pendapatan, pengangguran, kelestarian hutan, ketersediaan bahan baku untuk mendukung industri dan pasar yang memiliki daya saing, sehingga APRIL2030 menjadi momentum yang tepat sekali," kata Bambang yang menjadi panelis dalam peluncuran komitmen APRIL2030.

    APRIL 2030 akan melanjutkan berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Sustainable Forest Management Policy/SFMP 2.0), yang selama ini dijalankan dan diawasi pelaksanaannya secara independen oleh Stakeholder Advisory Committee (SAC) serta masukan ilmiah dari Independent Peat Expert Working Group (IPEWG).***(rls)



     
    Berita Lainnya :
  • Target Satu Dekade Group April Dibidang Keberlanjutan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    8 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica