Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan kekecewaan mendalam atas rendahnya tingkat kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga " />
www.beritaintermezo.com
16:14 WIB - Pemkab Meranti Berduka, Asisten III Setda Meranti Drs T Akhrial Meninggal Dunia di RSUD Dorak | 13:40 WIB - Jika Terpilih, Paslon Bupati Dairi St Rimso Maruli Sinaga SH MHAkan Bangun Universitas di Dairi | 13:37 WIB - Paslon Rim Uli No 3 : Kabuapten Dairi Harus Bebas Dari Bahaya Norkoba | 13:31 WIB - Protes Kebijakan Mendagri, DPR Bakal Gaduh Mau Bukun Angket | 13:25 WIB - Kader Mengundurkan Diri, Gerindra Menari di Atas Isu Sara Kejar Kepentingan | 14:34 WIB - IPHI Sibolga, Santuni Kaum Duafa dan Anak Yatim Piatu
Bupati Karimun : Kalau Tidak Tahan Terikat Silahkan Berhenti Jadi ASN
Selasa, 09-01-2018 - 09:29:35 WIB

TERKAIT:
 
  • Bupati Karimun : Kalau Tidak Tahan Terikat Silahkan Berhenti Jadi ASN
  •  

    Karimun (Beritaintermezo.com)-Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan kekecewaan mendalam atas rendahnya tingkat kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honor yang bertugas di lingkungan Pemkab Karimun. Kekecewaan Bupati Rafiq disampaikan saat apel di halaman kantor bupati, Senin (8/1).

    Saking kecewanya, Aunur Rafiq bahkan meminta kepada ASN maupun tenaga honor yang tidak sanggup untuk bekerja agar segera berhenti dari tugasnya. Dia juga menyarankan pegawai untuk pindah ke daerah lain yang sesuai dengan keinginan mereka kalau tidak sanggup mengikuti aturan yang ada di Pemkab Karimun.

    "Disini punya ketentuan. Disini punya aturan. Bagi ASN ataupun tenaga honor yang tidak mau terikat dengan aturan yang ada di Karimun, ya silakan kalau mau berhenti atau pindah ke tempat lain. Mungkin saja mau mencari tempat lain yang aturan bupatinya tida mengikat, silakan," ungkap Aunur Rafiq.

    Menurut Rafiq, kalau mau masih bekerja sebagai aparatur di Karimun silakan ikuti aturan yang ada. Karena, ada masyarakat yang akan menilai kinerja dari ASN ataupun tenaga honor, termasuk juga media yang melakukan kontrol sosial terhadap kinerja aparatur yang lalai tersebut.

    "Saya selaku Bupati juga bertanggungjawab kepada masyarakat, seperti apa aparatur sipil negara yang bertugas di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun yang tidak memiliki dispilin. Padahal, mereka digaji. Jadi, kalau tidak mau disiplin jangan bekerja disini. Jangan haknya saja, sementara kewajiban tidak terpenuhi," tegas Rafiq.

    Aunur Rafiq juga memenuhi janjinya untuk mengumpulkan pegawai yang tidak masuk kerja pada 2 Januari 2018 lalu, atau pada hari pertama masuk kerja usai liburan tahun baru. Pegawai yang bolos itu dikumpulkan di depan pegawai lainnya saat apel yang dilaksanakan di halaman kantor bupati tersebut.

    "Kami sengaja mengumpulkan pegawai dan honorer yang tidak ikut apel pada tanggal 2 Januari 2018 kemarin. Saya sudah mengingatkan bahwa, selaku aparatur sipil negara memahami dan mentaati aturan-aturan yang berlaku bagi ASN dan pegawai kontrak di lingkungan Pemkab Karimun," ungkap Aunur Rafiq.

    Kata Rafiq, ASN dan tenaga honor yang bolos apel pada 2 Januari itu diasingkan dalam barisan tersendiri. Sanksi apa yang akan diberikan kepada mereka, Bupati Rafiq menyerahkan kebijakan sepenuhnya kepada Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dan Sekda Muhammad Firmansyah. Biar nanti Wabup dan Sekda yang akan memberikan teguran atas kelalaian mereka.

    "Saya sudah serahkan kepada Wakil Bupati dan Sekda untuk mengambil langkah-langkah, tindakan untuk disiplin dengan melakukan teguran-teguran, baik kepada pegawai maupun tenaga kontrak. Jumlah mereka sekitar 100 orang lebih. Namun, kami belum melihat apakah semuanya yang tidak masuk tanggal 2 atau dikumpulkan seluruh absensi akhir bulan kemarin," jelas Rafiq.

    Dengan jumlah pegawai maupun honorer yang tidak disiplin hingga 100 orang lebih itu, Aunur Rafiq sangat menyayangkan sikap yang ditunjukkan oleh ASN maupun tenaga honor di lingkungan Pemkab Karimun yang tidak masuk kerja diawal tahun. Padahal, mereka sudah diberikan cuti dan libur bersama di awal tahun.

    Menurut Rafiq, bagi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak disiplin, maka akan diganjar dengan Peraturan Bupati (Perbup) Karimun No:06 tentang Masuk Kantor dan Perbup no:07 tentang Pulang Kantor. Dengan melalaikan kedua perbup terbut, ada sanksi berupa pengurangan atau pemotongan tunjangan pengasilan pegawai (TPP). (hk/hen)



     
    Berita Lainnya :
  • Bupati Karimun : Kalau Tidak Tahan Terikat Silahkan Berhenti Jadi ASN
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    4 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    5 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    9 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica