Seorang pria muslim bernama Khairuldin Makhzumi, 26 tahun asal Irak, disuruh turun dari pesawat Southwest Airlines di Bandara Los Angel" />
www.beritaintermezo.com
17:36 WIB - Dewan Kehormatan PWI Buat Kode Perilaku Wartawan | 07:16 WIB - Aziz Urung Jadi Ketua DPR, SIap Maju Ketum Golkar | 07:34 WIB - Bupati Azis Ingatkan Kades Tidak Main-main Penggunaan Dana Desa | 07:31 WIB - Harapkan Perhatian Khusus, Wabup Rohil Temui Dirjen Kementerian Desa Tertinggal | 07:25 WIB - Bupati Ikut Pawai Ta'aruf MTQ Riau, Kafilah Rohil Tampil Memukau | 07:22 WIB - Pemko Terima Piagam Penghargaan Kemenkumham
Sebut insya Allah di telepon, Pria Irak Diusir dari Pesawat
Jumat, 07-10-2016 - 08:56:56 WIB

TERKAIT:
 
  • Sebut insya Allah di telepon, Pria Irak Diusir dari Pesawat
  •  

    Internasional (Beritaintermezo.com) - Seorang pria muslim bernama Khairuldin Makhzumi, 26 tahun asal Irak, disuruh turun dari pesawat Southwest Airlines di Bandara Los Angeles, Amerika Serikat, lantaran seorang penumpang mendengar dia berbicara bahasa Arab melalui ponselnya.

    Pria lulusan Barkeley itu baru saja duduk di kursi pesawat dan menelepon pamannya di Baghdad, Irak, untuk menceritakan betapa senangnya dia diundang makan malam dengan Sekeretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sehari sebelumnya. Sebelum menutup telepon dia mengucapkan kata 'insya Allah'.

    Dia lalu melihat seorang penumpang perempuan memperhatikannya ketika menutup telepon. Dia mengira perempuan itu merasa terganggu karena suaranya terlalu keras.

    "Seorang pria datang bersama seorang polisi dan dalam dua menit saja saya disuruh turun dari pesawat," kata Makhzumi kepada stasiun televisi CNN, seperti dilansir the Independent, Kamis (6/10).

    Seorang intel kemudian menggiring dia keluar dan menanyakan mengapa dia berbicara dalam bahasa Arab.

    "Anda jujur saja kepada kami tentang apa yang Anda sebut syahid. Beritahu kami apa yang Anda tahu tentang syahid," kata si intel kepada Makhzumi.

    Pria lulusan ilmu politik itu kemudian menjelaskan arti kata 'insya Allah' kepada si intel. Dia bilang itu artinya semoga Allah mengizinkan. Akhirnya dia dibebaskan tapi sebelumnya kopernya sempat diendus anjing pelacak dan dompetnya diperiksa.

    "Amerika adalah negara bebas. Orang menghormati hukum. Bagaimana mungkin orang dipermalukan seperti ini? Ini sangat mengejutkan," kata dia kepada the Independent.

    "Saya hidup di masa Saddam Hussein. Saya tahu rasanya mengalami diskriminasi," kata dia.

    Makhzumi datang ke AS pada 2010 sebagai pengungsi bersama kakak perempuannya.

    Setelah kejadian itu akhirnya biaya tiket pesawatnya dikembalikan dan dia pergi dengan pesawat lain. (mc/bic)



     
    Berita Lainnya :
  • Sebut insya Allah di telepon, Pria Irak Diusir dari Pesawat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    4 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    5 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    6 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    7 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    8 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    9 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica