Produk Itjima Ulama III adalah pendapat sekumpulan elit politik yang mengatasnamakan ulama Indonesia, untuk tujuan politik praktis dan ja" />
www.beritaintermezo.com
18:41 WIB - Penangkapan Jambret di Rohil Berujung Petaka, 1 Warga Tewas 2 Polisi Dikeroyok Warga | 18:38 WIB - Banyak Yang Mudik, ODP di Rohil Terjadi Peningkatan | 18:37 WIB - Perkim Rohil Akan Bangun Rusus Nelayan di KPL | 18:34 WIB - RSUD Arifin Achmad Buka Pelayanan Tes Swab Covid-19 Harga Rp1,7 Juta | 18:30 WIB - Walikota Helmi Ajak Masyarakat Sukseskan Gerakan Ayo Menanam | 18:28 WIB - Mencuri Bibit Kelapa Sawit, Warga Muara Lakitan Diringus Aparat
Ijtima’ Ulama III Hanya Provokasi Politik.
Senin, 06-05-2019 - 09:12:40 WIB

TERKAIT:
 
  • Ijtima’ Ulama III Hanya Provokasi Politik.
  •  

    JAKARTA (BI)-Produk Itjima Ulama III adalah pendapat sekumpulan elit politik yang mengatasnamakan ulama Indonesia, untuk tujuan politik praktis dan jauh dari semangat memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan kenegaraan.

    Sebanyak 5 butir keputusan itu bukanlah produk hukum melainkan produk kerja politik, sehingga tidak perlu dipatuhi oleh siapapun.

    Demikian disampaikan Ketua SETARA Institute, Hendardi di Jakarta, Jumat (3/5/2019).

    Keputusan itu kata Hendardi, lebih merupakan ekspresi dari kelompok masyarakat dan bagian dari kritik terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019, yang secara umum telah dilaksanakan dengan prinsip keadilan Pemilu.

    “Jika pun terdapat berbagai kekurangan, pelanggaran, dan kekecewaan, maka semua itu diselasaikan melalui mekanisme demokratik yang tersedia,” ujarnya.

    Menurut Hendardi, keputusan Ijtima yang semakin kehilangan legitimasinya itu, lebih menyerupai provokasi elit kepada publik untuk melakukan perlawanan dan mendelegitimasi kinerja penyelenggara Pemilu.

    “Sekalipun kebebasan berpendapat dan berkumpul ini dijamin oleh UUD Negara 1945, akan tetapi, jika keputusan itu memandu gerakan-gerakan nyata melakukan perlawanan atas produk kerja demokrasi melalui jalur-jalur melawan hukum, termasuk menggagalkan proses Pemilu, maka aparat keamanan dapat mengambil tindakan hukum,” jelas Hendardi.

    Apalagi lanjut Hendardi, dari 5 butir keputusan Ijtima Ulama III, tampak terlihat inkonsistensi keputusan yang satu dengan lainnya. Satu sisi mendorong BPN Prabowo-Sandi menempuh jalur legal-konstitusional; tetapi di sisi lain tanpa mau repot beracara di Mahkamah Konstitusi, Ijtima ini meminta pasangan Jokow-Maruf didiskualifikasi dari proses kontestasi.

    Hasil kesepakatan sejumlah elit ini hanya mempertegas praktik politisasi agama oleh sejumlah elit, seperti penggunaan argumen amar ma’ruf nahi munkar, penegakan hukum dengan cara syar’i sebagai cara membakar emosi umat.

    “Sudah cukup bukti bahwa politisasi agama dan membakar emosi umat telah membuka jarak antarwarga dan memperkuat segregasi sosial diantara kita. Ini waktunya kita kembali menyatu dalam wadah Indonesia,” pungkasnya.(Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Ijtima’ Ulama III Hanya Provokasi Politik.
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    4 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    5 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    6 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    7 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    8 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Presiden Minta Percepatan Pembangkit Listrik & Kilang Minyak
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica