www.beritaintermezo.com
16:34 WIB - UKW PWI Riau Angkatan XIX Digelar 19-20 Oktober, Dibuka 10 Kelas dan Gratis | 11:02 WIB - PTPN V Dukung Penguatan Desa Wisata Buluh Cina | 10:47 WIB - Forkopimda Legalkan Aktivitas Pemungutan Limpasan Batu Bara di Sungai Bengkulu | 10:44 WIB - Pengurus Purnawirawan Polri Sosialisasikan UU PKDRT dan Perlindungan Anak Kepada Bhayangkari Meranti | 09:45 WIB - Berjualan di Trotoar, Tim Trantib Berikan Surat Peringatan Kepada PKL | 08:11 WIB - HUT Kabupaten Kuntan Singingi ke-23, Panitia Gelar LKTJ Untuk Wartawan se-Riau
Gubernur Apresiasi Pendidikan Gratis di SMKN 3 Bengkulu Tengah
Senin, 01-11-2021 - 12:31:43 WIB

TERKAIT:
   
 

Bengkulu (Beritaintermezo.com)-Sebanyak 47 orang siswa-siswi kelas 10 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 3) Bengkulu Tengah, Jumat pagi (29/10) menerima bantuan baju seragam sekolah gratis.

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah hadir langsung menyerahkan bantuan tersebut. Selain seragam sekolah, SMKN 3 juga memberikan bibit pohon Pinang Wangi kepada para orang tua siswa yang turut hadir pada acara ini.

Pinang Wangi merupakan produk usaha unggulan dari sekolah yang terletak di desa Talang Tengah Kecamatan Pondok Kubang. Selain dari dana BOS, biaya operasional sekolah didapat dari hasil usaha tersebut.

Gubernur Rohidin mengapresiasi kemampuan pihak sekolah mengelola dana BOS secara produktif sehingga mampu menyelenggarakan pendidikan gratis bagi para siswa-siswinya.

"Saya sangat mengapresiasi. Program yang kita canangkan terkait sekolah gratis ternyata bisa diterapkan di sini. Bahkan bukan hanya biaya sekolah tapi juga memberikan seragam gratis bagi anak didik baru," ujarnya.

Mendukung semangat ini, gubernur meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Bengkulu membantu pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Salah satunya pembangunan pagar sesuai permintaan pihak sekolah agar area kebun pembibitan Pinang Wanginya tidak diganggu hewan ternak.

Dijelaskan Kepala Sekolah SMKN 3 Benteng Afrijoni, bantuan dan dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan karena sekolah tidak ada pungutan komite.

"Kalau untuk kesejahteraan guru kita perjuangkan dari usaha. Namun
untuk pembangunan kami butuh bantuan dari pemerintah," tuturnya.

Lanjut Afrijoni, sekolah yang dipimpinnya mulai menggratiskan biaya kepada para siswa sejak 2 tahun yang lalu. Langkah ini diambil guna meningkatkan jumlah peserta didik yang tiap tahun tak mengalami perkembangan. Selain itu banyak  para siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Saat ini SMKN 3 Benteng membuka 4 jurusan. Di antaranya, Agribisnis Ternak Unggas, Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, Akuntansi dan Multimedia.

Meski gratis Afrijoni menjamin SMKN 3 Benteng memberikan pendidikan yang berkualitas. Terbukti banyak lulusan sekolah ini telah berhasil membuka usaha sendiri atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.(rls/ertk)



 
Berita Lainnya :
  • Gubernur Apresiasi Pendidikan Gratis di SMKN 3 Bengkulu Tengah
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica