www.beritaintermezo.com
12:18 WIB - PTPN V Perkuat Persiapan Kontingen Riau di PON Papua 2021 | 12:14 WIB - SKK Migas Sumbagut - KKKS Riau Dukung Persiapan Tim Kontingen PON XX 2021 | 08:29 WIB - Partai Prima Kecam Kebijakan Pemerintah Terkait Wacana Kenaikan PPN dan Pajak Sembako | 08:19 WIB - Afrizal Sintong : Tanpa Dukungan Semua Pihak, Rohil Sejahtera Tidak Akan Maksimal | 08:13 WIB - Dorong Kesadaran Untuk Vaksin, Sertifikat Vaksin Menjadi Salah Satu Syarat Akses Layanan Publik | 08:06 WIB - Modifikasi Cuaca, Upaya Pemerintah dan Swasta Cegah Karhutla
Polres Kampar Kembali Bekuk Pelaku Penjarahan Ratusan Perumahan Karyawan Perusahaan Sawit
Rabu, 09-06-2021 - 17:53:51 WIB
Ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Polres Kampar Kembali Bekuk Pelaku Penjarahan Ratusan Perumahan Karyawan Perusahaan Sawit
  •  

    Pekanbaru  (Beritaintermezo.com) - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kampar, Provinsi Riau, berhasil membekuk otak pelaku dalam perkara intimidasi, pengancaman, pengusiran disertai penjarahan ratusan karyawan perkebunan PT Langgam Harmuni di wilayah tersebut.

    Kepala Satreskrim Polres Kampar, AKP Berry Juana kepada wartawan, Rabu (9/6/2021) mengatakan tersangka yang berhasil dibekuk itu berinisial HST. Dia disebut berperan sebagai koordinator lapangan untuk menggerakkan massa dalam aksi penyerangan yang terjadi pada Kamis malam, 10 Oktober 2020 silam.

    "Benar, HST berhasil kita bekuk Sabtu lalu. Dia diduga berperan sebagai Korlap (dalam aksi penyerangan tersebut)," kata Berry.

    Dengan penangkapan tersebut, ia memastikan penyidik terus mendalami perkara tersebut guna mengungkap aktor intelektual aksi premanisme yang telah menggoreskan luka mendalam bagi ratusan karyawan PT Langgam Harmuni itu

    HST sendiri diketahui mengaku sebagai kuasa dari pengurus Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M).

    "Kita lagi kumpulkan keterangan tambahan untuk menangkap aktor intelektualnya," jelasnya.

    Dengan penangkapan HST ini, maka tercatat sudah ada dua tersangka yang berhasil dicokok polisi dalam kasus tersebut. Sebelumnya, petugas telah mengamankan MV yang juga merupakan korlap dalam aksi tersebut.

    Beberapa waktu lalu Berry mengatakan pihaknya telah memeriksa puluhan orang saksi dalam kasus ini. Mereka adalah warga sekitar, karyawan PT Langgam Harmuni, dan orang yang ada saat kejadian tersebut terjadi.

    Kuasa Hukum PT Langgam Harmuni, Patar Pangasian menyampaikan apresiasinya kepada aparat kepolisian yang terus melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Ia berharap aktor intelektual dalam kasus ini cepat terungkap. Patar menduga aktor intelektual tersebut berinisial AHz.

    "Kita sampaikan apresiasi kita. Kita yakin pihak kepolisian dapat mengungkap dan menangkap pelaku utama sehingga kasus ini tak berlarut-larut," kata Patar.

    Hingga kini, Patar mengatakan karyawan yang menjadi korban keganasan para pelaku saat ini masih trauma. Aksi penjarahan, pengusiran, dan penyerangan itu selalu menghantui para korban.

    Patar menegaskan bahwa pengusiran ini murni pidana. Dia membantah adanya tudingan sejumlah pihak yang mengaitkan aksi premanisme itu merupakan konflik antara Koperasi KOPSA-M dengan perusahaan perkebunan milik negara, PTPN V.

    Patar kembali menegaskan bahwa kasus ini tidak ada hubungannya dengan laporan pihak KOPSA-M atas dugaan PTPN V yang diduga melakukan penyerobotan lahan di wilayah Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar itu. Dimana PTPN V dilaporkan ke KPK dan Bareskrim Polri atas dugaan tersebut.

    "Ini gak ada hubungannya," tegasnya.

    Ia turut membantah adanya tudingan sejumlah pihak yang mengaitkan aksi premanisme itu merupakan konflik antara Koperasi KOPSA-M dengan perusahaan perkebunan milik negara, PTPN V. Menurut Patar, hal ini bisa dibuktikan karena Dinas Perkebunan Pemerintah Kabupaten Kampar sudah turun ke lokasi. Hasilnya, areal PT Langgam Harmoni di luar koperasi itu ataupun PTPN V.

    "Sekali lagi, kalau ada yang menyebut ini konflik antara Koperasi KOPSA-M dengan PTPN V, itu tidak benar. Ini murni tindak pidana dan laporan oknum pengurus KOPSA-M tersebut kami duga merupakan upaya untuk menutup-nutupi dugaan keterlibatannya dalam perkara ini," paparnya.

    Apresiasi terhadap pihak kepolisian juga disampaikan oleh Kepala Desa Pangkalan Baru Yusri Erwin. Ia juga berharap kasus ini dapat selesai dengan cepat. Karyawan PT Langgam Harmuni yang menjadi korban kejadian beberapa waktu lalu itu adalah warga Desa Pangkalan Baru. Mereka telah memiliki KTP serta KK dari desa kita.

    Ia sendiri juga menjadi saksi dari peristiwa itu. Sebelum kejadian Yusri mengaku melihat sekitar belasan orang diduga preman dan bukan merupakan warga desanya sedang duduk-duduk di persimpangan jalan desa.

    "Saya melihat mereka seperti menunggu sesuatu. Kemudian saya hampiri dan bertanya mau ke mana, mereka menjawab enggak ada pak, hanya menunggu kawan katanya," ucap Yusri.

    Karena melihat kerumunan dan takut akan terjadi sesuatu, dia mengimbau agar sekelompok orang itu untuk membubarkan diri dan tidak berbuat ulah di desanya.

    "Ternyata yang saya temui itu bagian dari kelompok yang melakukan penjarahan di rumah karyawan PT Langgam Harmuni," jelasnya.

    Namun Yusri mengaku justru mendapat laporan adanya kejadian keributan di perumahan karyawan PT Langgam itu. Tidak menunggu lama dia kemudian menuju lokasi dan melihat pimpinan kebun bernama Basken Manalu sudah diapit beberapa preman.

    Sementara karyawan lain sudah di bawah ancaman diusir dalam tempo 15 menit untuk meninggalkan lokasi perumahan.

    "Saya sudah mencoba melerai namun tak diindahkan malah saya mendapat kata kasar dari mereka. Bahkan dua menit saja saja berkomunikasi dengan pak Basken tidak bisa," katanya.

    "Saya pastikan mereka (pelaku penjarahan dan pengusiran) bukan penduduk desa saya. Saya duga mereka preman bayaran yang dipimpin oleh HST, karena mereka membawa senjata tajam, senapan dan sebagainya," tambahnya.***



     
    Berita Lainnya :
  • Polres Kampar Kembali Bekuk Pelaku Penjarahan Ratusan Perumahan Karyawan Perusahaan Sawit
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    6 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    7 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    8 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    9 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
    10 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica