www.beritaintermezo.com
22:53 WIB - Wabup Rohil : Tata Kelola Arsip Sangat Penting Agar Tak Jatuh Ketangan Orang Lain | 22:50 WIB - Pemkab Rohil Pertahankan Opini WTP Tahun 2021 | 22:24 WIB - Syamsuar Buka Piala Gubernur dan Rektor Turnamen Unilak Super League 2022 | 17:19 WIB - DPRD dan Pemkot Bengkulu Gelar Halalbihalal | 18:10 WIB - Berkah Hari Raya Waisak Bagi Umat Buddha, 7 Orang WBP Terima Remisi Khusus | 13:08 WIB - Hujan Petir Tidak Menyurutkan Semangat Petugas Kebersihan
Fahri Hamzah Harap Presiden Jokowi Berhentikan Menteri yang Mulai Kampanye Capres 2024
Kamis, 12-05-2022 - 17:48:38 WIB

TERKAIT:
 
  • Fahri Hamzah Harap Presiden Jokowi Berhentikan Menteri yang Mulai Kampanye Capres 2024
  •  

    Jakarta, (BI)-Tahapan Pemilu 2024, baik pemilihan legislatif pileg),  pemilihan presiden wakil presiden (Pilpres) hingga pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak baru akan dimulai pada pertengahan tahun ini. Tetapi pejabat yang kampanye sudah mulai marak .

    Saat ini sejumlah Kabinet Indonesia Maju sudah mulai aktif berkampanye dan berniat ikut kontestasi Pilpres 2024, antara lain Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Perawisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno.

    Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora( Indonesia Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberhentikan sejumlah menteri yang mulai aktif berkampanye dan mulai menunjukkan gelagat politik untuk maju dalam Pemilu 2024. Masalahnya mereka udah mulai lupa tugasnya .

    Fahri juga mengingatkan agar semua menteri yang nampak berkampanye ataupun tidak nampak berkampanye, tapi ada niat untuk ikut kontestasi eksekutif atau legislatif 2024, sebaiknya mundur dan fokus kerjanya selamatkan Indonesia dari krisis yang ada di depan mata.

    "Secara umum, semua menteri yang punya konflik kepentingan baik pribadi maupun jabatan sebaiknya mengundurkan diri. Kabinet ini babak belur padahal masih 2,5 tahun Pilpres .
    " Krisis menghadang tapi menteri kok pada cari 'cuan' dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri!," kata Fahri dalam keterangannya, Kamis (12/5/2022).

    Fahri mengingatkan kembali komitmen Presiden Jokowi yang pada awalnya menentang adanya sistem rangkap jabatan dalam semua lini pemerintahan. Tapi nyatanya sekarang  di kabinet justru yang berkembang adalah budaya tidak tahu diri.

    "Pedagang menengah, tiba-tiba memegang jabatan politik penting (memakai istilah penjelasan UUD, 'Bukan pejabat tinggi bias') harusnya tahu diri, berterima kasih dan fokus kerja bantu presiden. Dan kalau mereka menganggap diri profesional, ya profesional aja, curahkan ilmu sedalam-dalamnya untuk membereskan kerja-kerja besar yang ditugaskan oleh Presiden. Habis itu kembali aja ke dunia profesional. Tapi sayangnya pada 'Aji Mumpung', melihat popularitas sebagai segala-galanya. Pengen berkuasa!," sentil Fahri.

    Akhirnya, lanjut Fahri, kepercayaan yang begitu besar dari Presiden dan kekuasaan yang begitu luas justru dipakai untuk membangun popularitas dan tentunya menambah pundi-pundi dengan alasan biaya politik.

    Bahkan, tanpa canggung-canggung mereka bangga dengan semuanya padahal kerja tidak becus!

    "Saya tahu betul bahwa di negara kita aturan rangkap jabatan belum terlalu ketat diatur, tapi mereka yang merasa dirinya sekolah di Barat, harusnya tahu diri bahwa konflik kepentingan sebaiknya mereka hindari. Pengabdian harus fokus tidak bisa di campur-campur dengan agenda pribadi," tandas dia lagi.

    Mungkin saja, kata Fahri, mereka para pedagang ini yang juga menjadi pejabat, merupakan titipan pimpinan partai koalisi , sukses pula meyakinkan presiden bahwa mereka lebih efektif kalau jadi pejabat dibandingkan birokrat atau politisi.

    "Boleh saja, dan boleh jadi presiden percaya. Tapi catat omongan saya. ini awal bencana bagi kalian semua. Apalagi oleh sebagian pengamat mereka ini diberi gelar 'PENGPENG' yaitu penguasa pengusaha atau secara bercanda kita sebut aja mereka itu 'PENGUASAHA'. Mereka-mereka itu nggak paham makna luhur jadi abdi negara, dicampur-campur sehingga kerja nggak fokus. Parahnya sampai pada tahap bikin kebijakan yang untungkan pribadi," sindirnya.

    Oleh karena itu, Fahri Hamzah berharap semoga Presiden Jokowi sadar bahwa kabinet harus dipulihkan keadaannya, mengingat waktu 2,5 tahun masih panjang untuk fokus mengerjakan banyak hal bagi kepentingan umum yang masih banyak terbengkalai.

    "Mumpung masih punya waktu lebih dari dua setengah tahun sebaiknya Presiden Jokowi merombak kabinetnya dan melepas para menteri yang ditengarai memiliki ambisi politik, hilang fokus pada tugasnya . Apa lagi krisis Global mengancam keadaan kita sekarang! Semoga presiden menyadari!" ucap politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.(Bir)



     
    Berita Lainnya :
  • Fahri Hamzah Harap Presiden Jokowi Berhentikan Menteri yang Mulai Kampanye Capres 2024
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica