www.beritaintermezo.com
15:52 WIB - Peroleh Akreditasi, Scoot Gabung ke International Air Transport Association (IATA)   | 13:20 WIB - DPRD Rohil Terima Ranperda APBD Tahun 2023 | 13:12 WIB - Sukses Transformasi PTPN V, Jatmiko Santosa Dinobatkan 100 Top CEO 2022 | 13:09 WIB - Perusahaan RAPP Gelar Bakti Sosial Dalam Rangka RGE Founder's Day 2022 | 13:05 WIB - Jadi Inspektur Upacara HUT Korpri ke-51, Afrizal Sintong : Korpri Adalah Rumah Bersama | 13:02 WIB - Ciuman Tangan Wabup Rohil Kepada Ibu Guru Saat Mengunjungi SDN 003
PLN Pastikan Konversi Gas LPG ke Kompor Listrik diBatalkan
Rabu, 28-09-2022 - 07:13:52 WIB

TERKAIT:
   
 

Jakarta (Beritaintermezo.com)-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN-persero) memastikan pembatalan program konversi gas LPG ke kompor listrik. Langkah itu dilakukan guna menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

"PT PLN memutuskan program pengalihan LPG ke kompor listrik dibatalkan. PLN datagn untuk memberikan kenyamanan ditengah masyrakat melalui penyedia listrik yang andal," ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Selasa (27/9/2022).

PLN juga memastikan tarif listrik tidak naik. Penetapan tarif listrik sudah diputuskan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Tidak ada kenaikan tarif listrik. Ini untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi," kata Darmawan.

Selain itu, PLN juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA). Daya listrik 450 VA juga tidak akan dialihkan menjadi 900 VA sehingga tarifnya tetap sama untuk masing-masing golongan.

"Keputusan Pemerintah sudah sangat jelas. Tidak ada perubahan daya dari 450 VA ke 900 VA dan PLN siap menjalankan keputusan tersebut. PLN tidak pernah melakukan pembahasan formal apapun atau merencanakan pengalihan daya listrik 450 VA ke 900 VA. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan program kompor listrik," tambahnya.

PLN terus berkomitmen menjaga pasokan listrik yang andal, serta mendukung pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional, menjaga daya beli dan produktivitas masyarakat.

Selama periode 2016-2021, Negara hadir bagi masyarakat dengan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PLN untuk membangun infrastruktur kelistrikan sebesar Rp 40 triliun, khususnya di kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal).

Selain itu, juga disalurkan stimulus sebesar Rp24,3 triliun untuk masyarakat dalam upaya mengurangi beban ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Selama 2017-2021, juga diberikan subsidi sebesar Rp 243 triliun dan kompensasi sebesar Rp 94 triliun agar masyarakat tetap memperoleh listrik dengan tarif terjangkau dalam rangka menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.***(rls/jin)



 
Berita Lainnya :
  • PLN Pastikan Konversi Gas LPG ke Kompor Listrik diBatalkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Rumah Duka di Karimun Merangkap Tempat Judi, Polres Tutup Mata
    2 Pemuda Teluk Sungkai Gotong Royong Menimbun Jalan Berlobang
    3 Sijago Merah Lahap 7 Rumah Warga di Jalan Datuk Bandar Tembilahan
    4 Fraksi DPRD Riau Berikan Pandangan Umum Terhadap Ranperda Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah
    5 Harap Pinta Belasan Tahun
    Rumah Sakit Daerah Madani Kota Pekanbaru Resmi Beroperasi
    6 Pj Walikota Dumai Arlizman Agus Buka Jambore PIK 2015
    7 Pemkab Rohil Salurkan Beasiswa Keluarga Tidak Mampu Sebesar Rp6,5 Milyar
    8 Ini Dia Cara Alami Mengobati Sakit Gigi Terbukti Ampuh
    9 Konferensi Perubahan Iklim ke-21 Paris
    APRIL Tawarkan Solusi Alternatif Buka Lahan Tanpa Bakar
    10 Bantuan Kapal Karet Tiba, BPBD Siap Siaga Atasi Banjir di Pekanbaru
     
    Foto Lepas | Galeri Foto | Advertorial | Opini | Indeks
    Siak | Inhu | Rohil | Kepri | DPRD Rohil
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 PT. INTERMEZO PUTRA SAMPURNA PERS, All Rights Reserved
    handbags replicawatches replica